- Misteri Fasilitas Nuklir Bawah Tanah Iran Masih Jadi Sorotan
- Sidang Maradona Memanas, Polisi Lerai Dua Pengacara
- Aung San Suu Kyi Belum Terlihat Sejak 2022, Keluarga Minta Kepastian
- Vonis Baru Yoon Suk Yeol, Pengadilan Tambah Hukuman 2 Tahun Penjara
- Serangan Drone Ukraina Sasar Kilang dan Depot Minyak Rusia
Kematian Di Filipina Naik sampai 113% Akibat DBD
Potretberita.com – Terdapat 271.480 kasus DBD (Demam Berdarah) direkam, data resmi dari 1 Januari hingga 31 Agustus 2019 menunjukkan. Dimana, setelah di data, ternyata angka kematian naik sebesar 113% dari tahun lalu.
Di Manila, lonjakan kematian karena demam berdarah mencapai 100 persen di Filipina dalam delapan bulan pertama tahun 2019.
Data resmi terbaru menunjukkan bahwa antara 1 Januari dan 31 Agustus 2019, 271.480 kasus demam berdarah – termasuk 1.107 kematian – dilaporkan melalui sistem pengawasan rutin Departemen Kesehatan Filipina.
Korban tewas adalah lonjakan 113 persen dibandingkan dengan 655 laporan kematian dengue selama periode yang sama di 2018.
Dengan usia rata-rata 12 tahun, kelompok usia yang paling terpengaruh di antara kasus demam berdarah adalah 5-9 tahun (23%).
Demikian pula, kelompok usia yang paling terpengaruh di antara kematian dengue adalah 5-9 tahun (39%).
Mayoritas kasus demam berdarah adalah laki-laki (52%), sedangkan mayoritas kematian akibat demam berdarah adalah perempuan (53%).
Antara 25 dan 31 Agustus, 12.526 kasus dan 41 kematian dilaporkan.
Pada minggu sebelumnya, 13.192 kasus dengue dilaporkan, dengan 38 kematian. Namun, ini 52% lebih tinggi dari pada 2018.
Demikian pula, angka fatalitas kasus mingguan 0,33% pada minggu epidemiologis 35 lebih rendah daripada periode waktu yang sama pada 2018 (0,40%).
